JENIS WACANA BERDASARKAN TUJUAN KOMUNIKASI
JENIS WACANA BERDASARKAN TUJUAN KOMUNIKASI
Pramedya Octaviani
NIM 156150
PENDAHULUAN
Berkomunikasi tentunya dibutuhkan banyak aspek untuk bisa menciptakan suatu sistem atau tataran komunikasi yang baik agar pesan yang akan disampaikan bisa diterima dengan jelas dan baik oleh lawan bicara atau pembaca. Hal tersebut diantaranya adalah bahasa lisan maupun tulisan. Di dalam bahasa ada banyak aspek lagi yang perlu kita pahami agar komunikasi bisa tersampaikan sesuai harapan. Media untuk menyampaikan pesan dalam berbahasa ada beberapa jenis, salah satunya adalah wacana. Oleh karena itu, akan dijelaskan mengenai jenis-jenis wacana berdasarkan tujuan komunikasi.
KAJIAN TEORI
Berdasarkan tujuan berkomunikasi, wacana dibedakan menjadi wacana deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi dan narasi.
Wacana Deskripsi
Wacana deskripsi merupakan wacana yang ditunjukan kepada penerimaan pesan agar dapat membentuk suatu citra tentang suatu hal. Ciri khas wacana ini ditandai dengan penggunaann kata-kata atau ungkapan yang bersifat deskriptif.
Contoh :
“Berdasarkan pantauan yang dilakukan BPost, akhir pecan kemaren, dari Desa Tinggiran Luar, terdapat tiga tongkang yang tambat. pemandangan serupa terlihat dari Desa Alalak. Bahkan jumlah tongkang yang terlihat tambat, lebih dari tiga unit. Tongkang yang ditambatkan disekeliling Pulau Kambang itu biasanya milik perusahaan pelayaran.”
Paragraf ini menunjukan karangan yang berisi pengalaman sesuatu yang dilihat, dirasa, didengar, dialami, dan sebagainya sehingga membuat pembaca seolah-olah melihat, merasa, mendengar, dan mengalami apa yang digambarkan.
Wacana Eksposisi
Wacana eksposisi bertujuan untuk menerangkan sesuatu hal kepada penerima (pembaca) agar yang bersangkutan memahaminya. Berisi konsep-konsep dan logika yang harus diikuti oleh penerima.
Contoh :
“Kelompok pengelola-kelompok pengelola parkir menjamin keamanan setiap tongkang yang tambat di ‘wilayahnya’. Untuk satu tongkang, biasanya dijaga tiga orang. Tidak hanya keamanan, mereka juga terus memantau agar tali pengikat tongkang tidak putus. Sementara itu, pohon mangrove yang mati akibat tongkang tambat tidak diperhatikan sama sekali.”
Berdasarkan kalimat di atas merupakan karangan berupa pemaparan dan penjelasan informasi yang dilakukan tahap demi tahap dan terdapat langkah-langkah yang detail.
Wacana Argumentasi
Menurut (Rottenberg, 1988: 9) Karangan argumentasi merupakan salah satu bentuk wacana yang berusaha mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yang didasarkan pada pertimbangan logis dan emosional. Menurut (Gorys Keraf, 1995:10) Argumentasi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha membuktikan suatu kebenaran. Sebuah argumentasi berusaha mempengaruhi serta mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu kebenaran dengan mengajukan bukti – bukti mengenai objek yang diargumentasikan itu.
Contoh :
“Mengutip pendapat H Abdi Fithria, pakar ilmu Kehutanaan Universitas Lambung Mangkurat, BPost edisi senin (10/20), posisi Pulau Kambang itu sangat strategis sebagai penyeimbang ekosistem Sungai Barito. Ancaman musibah seperti banjir akibat luapan sungai bisa saja ‘menyerbu’ Banjarmasin atau Batola, jika ekosistem Sungai Barito tidak lestari.”
Dari kalimat di atas menunjukkan suatu pendapat yang disertai pembahasan logis yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca pada suatu masalah dengan mengemukakan bukti, fakta, dan contoh nyata.
Wacana Persuasi
Wacana persuasi merupakan wacana yang bertujuan mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan tidakan sesuai yang diharapkan penuturnya. Contohnya wacana iklan yang bertujuan mengubah perasaan, sikap dan citra pikan konsumen atau calon konsumen dalam jangka waktu yang panjang terhadap barang atau jasa yang di iklankan.
Contoh :
“Makanya kita harus sepakat menjaga dan menyelamatkan Pulau Kambang dari kehancuran”.
Berdasarkan kalimat di atas merupakan karangan yang didalamnya terdapat ajakan dan hasutan yang bersifat mengajak.
Wacana Narasi
Wacana narasi merupakan suatu jenis wacana yang berisi cerita. Dalam wacana narasi harus ada unsur waktu, bahkan unsur pergeseran waktu itu sangat penting.
Contoh :
“Sekarang ini dampak negatif dari ikat janji itu sudah terlihat. Dengan adanya izin tersebut warga yang ada di sekitar Pulau Kambang dengan seenaknya membagi lahan untuk menjadi tempat parkir tongkang batu bara. Mereka tidak memperhitungkan beberapa ratus pohon mangrove yang mati. Yang penting bagi warga, mereka mendapat uang sekitar Rp 200 ribu per hari, dari setiap satu tongkang yang parkir.”
Berdasarkan kalimat di atas merupakan karangan yang menceritakan atau mengisahkan serangkaian peristiwa secara runtut.
Penutup
Dari pembahasan mengenai jenis-jenis wacana yang telah dipaparkan penulis menyarankan kepada para pembaca agar lebih teliti dalam mengenali berbagai jenis wacana serta berharap agar para pembaca tidak lagi salah dalam mengenali wacana beserta jenis-jenisnya.
DAFTAR PUSTAKA
Keraf, Gorys. 1995. Eksposisi dan Deskripsi. Nusa Indah : Ende Flores.
Pramedya Octaviani
NIM 156150
PENDAHULUAN
Berkomunikasi tentunya dibutuhkan banyak aspek untuk bisa menciptakan suatu sistem atau tataran komunikasi yang baik agar pesan yang akan disampaikan bisa diterima dengan jelas dan baik oleh lawan bicara atau pembaca. Hal tersebut diantaranya adalah bahasa lisan maupun tulisan. Di dalam bahasa ada banyak aspek lagi yang perlu kita pahami agar komunikasi bisa tersampaikan sesuai harapan. Media untuk menyampaikan pesan dalam berbahasa ada beberapa jenis, salah satunya adalah wacana. Oleh karena itu, akan dijelaskan mengenai jenis-jenis wacana berdasarkan tujuan komunikasi.
KAJIAN TEORI
Berdasarkan tujuan berkomunikasi, wacana dibedakan menjadi wacana deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi dan narasi.
Wacana Deskripsi
Wacana deskripsi merupakan wacana yang ditunjukan kepada penerimaan pesan agar dapat membentuk suatu citra tentang suatu hal. Ciri khas wacana ini ditandai dengan penggunaann kata-kata atau ungkapan yang bersifat deskriptif.
Contoh :
“Berdasarkan pantauan yang dilakukan BPost, akhir pecan kemaren, dari Desa Tinggiran Luar, terdapat tiga tongkang yang tambat. pemandangan serupa terlihat dari Desa Alalak. Bahkan jumlah tongkang yang terlihat tambat, lebih dari tiga unit. Tongkang yang ditambatkan disekeliling Pulau Kambang itu biasanya milik perusahaan pelayaran.”
Paragraf ini menunjukan karangan yang berisi pengalaman sesuatu yang dilihat, dirasa, didengar, dialami, dan sebagainya sehingga membuat pembaca seolah-olah melihat, merasa, mendengar, dan mengalami apa yang digambarkan.
Wacana Eksposisi
Wacana eksposisi bertujuan untuk menerangkan sesuatu hal kepada penerima (pembaca) agar yang bersangkutan memahaminya. Berisi konsep-konsep dan logika yang harus diikuti oleh penerima.
Contoh :
“Kelompok pengelola-kelompok pengelola parkir menjamin keamanan setiap tongkang yang tambat di ‘wilayahnya’. Untuk satu tongkang, biasanya dijaga tiga orang. Tidak hanya keamanan, mereka juga terus memantau agar tali pengikat tongkang tidak putus. Sementara itu, pohon mangrove yang mati akibat tongkang tambat tidak diperhatikan sama sekali.”
Berdasarkan kalimat di atas merupakan karangan berupa pemaparan dan penjelasan informasi yang dilakukan tahap demi tahap dan terdapat langkah-langkah yang detail.
Wacana Argumentasi
Menurut (Rottenberg, 1988: 9) Karangan argumentasi merupakan salah satu bentuk wacana yang berusaha mempengaruhi pembaca atau pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan, baik yang didasarkan pada pertimbangan logis dan emosional. Menurut (Gorys Keraf, 1995:10) Argumentasi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha membuktikan suatu kebenaran. Sebuah argumentasi berusaha mempengaruhi serta mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu kebenaran dengan mengajukan bukti – bukti mengenai objek yang diargumentasikan itu.
Contoh :
“Mengutip pendapat H Abdi Fithria, pakar ilmu Kehutanaan Universitas Lambung Mangkurat, BPost edisi senin (10/20), posisi Pulau Kambang itu sangat strategis sebagai penyeimbang ekosistem Sungai Barito. Ancaman musibah seperti banjir akibat luapan sungai bisa saja ‘menyerbu’ Banjarmasin atau Batola, jika ekosistem Sungai Barito tidak lestari.”
Dari kalimat di atas menunjukkan suatu pendapat yang disertai pembahasan logis yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca pada suatu masalah dengan mengemukakan bukti, fakta, dan contoh nyata.
Wacana Persuasi
Wacana persuasi merupakan wacana yang bertujuan mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan tidakan sesuai yang diharapkan penuturnya. Contohnya wacana iklan yang bertujuan mengubah perasaan, sikap dan citra pikan konsumen atau calon konsumen dalam jangka waktu yang panjang terhadap barang atau jasa yang di iklankan.
Contoh :
“Makanya kita harus sepakat menjaga dan menyelamatkan Pulau Kambang dari kehancuran”.
Berdasarkan kalimat di atas merupakan karangan yang didalamnya terdapat ajakan dan hasutan yang bersifat mengajak.
Wacana Narasi
Wacana narasi merupakan suatu jenis wacana yang berisi cerita. Dalam wacana narasi harus ada unsur waktu, bahkan unsur pergeseran waktu itu sangat penting.
Contoh :
“Sekarang ini dampak negatif dari ikat janji itu sudah terlihat. Dengan adanya izin tersebut warga yang ada di sekitar Pulau Kambang dengan seenaknya membagi lahan untuk menjadi tempat parkir tongkang batu bara. Mereka tidak memperhitungkan beberapa ratus pohon mangrove yang mati. Yang penting bagi warga, mereka mendapat uang sekitar Rp 200 ribu per hari, dari setiap satu tongkang yang parkir.”
Berdasarkan kalimat di atas merupakan karangan yang menceritakan atau mengisahkan serangkaian peristiwa secara runtut.
Penutup
Dari pembahasan mengenai jenis-jenis wacana yang telah dipaparkan penulis menyarankan kepada para pembaca agar lebih teliti dalam mengenali berbagai jenis wacana serta berharap agar para pembaca tidak lagi salah dalam mengenali wacana beserta jenis-jenisnya.
DAFTAR PUSTAKA
Keraf, Gorys. 1995. Eksposisi dan Deskripsi. Nusa Indah : Ende Flores.
Komentar
Posting Komentar