Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

JENIS WACANA BERDASARKAN TUJUAN KOMUNIKASI

JENIS WACANA BERDASARKAN TUJUAN KOMUNIKASI Pramedya Octaviani NIM 156150 PENDAHULUAN Berkomunikasi tentunya dibutuhkan banyak aspek untuk bisa menciptakan suatu sistem atau tataran komunikasi yang baik agar pesan yang akan disampaikan bisa diterima dengan jelas dan baik oleh lawan bicara atau pembaca. Hal tersebut diantaranya adalah bahasa lisan maupun tulisan. Di dalam bahasa ada banyak aspek lagi yang perlu kita pahami agar komunikasi bisa tersampaikan sesuai harapan. Media untuk menyampaikan  pesan dalam berbahasa ada beberapa jenis, salah satunya adalah wacana. Oleh karena itu, akan dijelaskan mengenai jenis-jenis wacana berdasarkan tujuan komunikasi. KAJIAN TEORI Berdasarkan tujuan berkomunikasi, wacana dibedakan menjadi wacana deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi dan narasi. Wacana Deskripsi Wacana deskripsi merupakan wacana yang ditunjukan kepada penerimaan pesan agar dapat membentuk suatu citra tentang suatu hal. Ciri khas wacana ini ditandai dengan penggunaa...

ANALISIS WACANA MENURUT VAN DIJK DAN NORMAN FAIRCLOUGH

ANALISIS WACANA MENURUT VAN DIJK DAN NORMAN FAIRCLOUGH Pramedya Octaviani NIM 156150 Pendahuluan Van Dijk memanfaatkan dan mengambil analisis linguistik tentang kosakata, kalimat, proposisi dan paragraf untuk menjelaskan dan memaknai suatu teks. Seperti juga van Dijk, analisis Norman Fairclough didasarkan pada pertanyaan besar, bagaimana menghubungkan teks yang mikro dengan konteks masyarakat yang makro. Berikut akan dijelaskan tentang analisis wacana menurut Van Dijk dan Norman Fairclough. Kajian Teori Menurut Eriyanto (2011:221) menyatakan bahwa Analisis Wacana dalam studi linguistik merupakan reaksi dari bentuk linguistik formal, yaitu kajian wacana yang lebih memperhatikan pada unit kata, frase, atau kalimat semata tanpa melihat keterkaitan di antara unsur tersebut. Hakikat analisis wacana pada dasarnya adalah kebalikan dari linguistik formal, karena memusatkan perhatian pada konteks wacana di atas kalimat, seperti hubungan gramatikal yang terbentuk lebih besar dari kalimat. ...

HAKIKAT ANALISIS WACANA KRITIS

HAKIKAT ANALISIS WACANA KRITIS Pramedya Octaviani NIM 156150 Pendahuluan Konteks nonlinguistik yang merupakan konteks lokal tidak hanya berupa tempat, tetapi juga dapat berupa waktu, ranah penggunaan wacana, dan partisipan.Prinsip interpretasi analogi adalah prinsip interpretasi suatu wacana berdasarkan pengalaman terdahulu yang sama atau yang sesuai. Menurut  Stubbs (1983) analisis wacana merujuk pada upaya mengkaji penggunaan bahasa di atas kalimat atau klausa; dan oleh karenanya, analisis wacana mengkaji satuan-satuan kebahasaan yang lebih luas seperti percakapan (wacana lisan) atau teks tulis. Berdasarkan beberapa pengertian analisis wacana tersebut, pengertian analisis wacana membahas bagaimana pemakai bahasa mencerna apa yang ditulis oleh para penulis dalam buku-buku teks, memahami apa yang disampaikan penyapa secara lisan dalam percakapan, dan dengan mengemukakan pula konteks yang menyertai teks. Dengan demikian analisis wacana berupa upaya  menafsirkan suatu wacan...

HAKIKAT ANALISIS WACANA

HAKIKAT ANALISIS WACANA Pramedya Octaviani NIM 156150 Pendahuluan Istilah wacana digunakan oleh para linguis Indonesia sebagai terjemahan dari istilah bahasa Inggris discourse. Dari istilah wacana itu lahirlah istilah analisis wacana (discourse analysis). Martutik (2009.http://pustaka.ut.ac.id.) menjelaskan bahwa dalam analisis wacana berlaku dua prinsip, yakni prinsip interpretasi lokal dan prinsip analogi. Prinsip interpretasi lokal adalah prinsip interpretasi berdasarkan konteks, baik konteks linguistik atau koteks maupun konteks nonlinguistik. Konteks nonlinguistik yang merupakan konteks lokal tidak hanya berupa tempat, tetapi juga dapat berupa waktu, ranah penggunaan wacana, dan partisipan.Prinsip interpretasi analogi adalah prinsip interpretasi suatu wacana berdasarkan pengalaman terdahulu yang sama atau yang sesuai. Menurut  Stubbs (1983) analisis wacana merujuk pada upaya mengkaji penggunaan bahasa di atas kalimat atau klausa; dan oleh karenanya, analisis wacana mengkaj...

JENIS-JENIS WACANA Berdasarkan Saluran Komunikasi dan Peserta Komunikasi

JENIS-JENIS WACANA Berdasarkan Saluran Komunikasi dan Peserta Komunikasi Pramedya Octaviani NIM 156150 Pendahuluan bahasa ada banyak aspek lagi yang perlu kita pahami agar komunikasi bisa tersampaikan sesuai harapan. Penyampaian pesan wacana harus tahu tata cara pembuatannya. Wacana merupakan media penyampaian pesan yang memiliki aturan dan jenis-jenisnya karena sebagai gologan karya ilmiah. Oleh karena itu penulis akan mencoba menjelaskan mengenai jenis-jenis wacana berdasarkan saluran komunikasi dan peserta komunikasi. Kajian Teori Jenis Wacana Berdasarkan Saluran Komunikasi Berdasarkan saluran yang digunakan dalam berkomunikasi, dibedakan menjadi wacana tulis dan wacana lisan. Wacana tulis (written discourse) adalah jenis wacana yang disampaikan melalui media tulisan (Mulyana, 2005: 51). Tarigan (1987: 52) berpendapat bahwa wacana tulis merupakan wacana yang disampaikan secara tertulis melalui media tulis. Sedangkan wacana lisan adalah jenis wacana yang disampaikan secara li...

PRAANGGAPAN, IMPLIKATUR, INFERENSI, DAN DIEKSIS

PRAANGGAPAN, IMPLIKATUR, INFERENSI, DAN DIEKSIS Pramedya Octaviani NIM 156150 Pendahuluan Wacana merupakan unit kebahasaan yang lebih besar dari pada kalimat dan klausa dan mempunyai hubungan antara unit kebahasaan yang satu dengan yang lain. Atau dengan kata lain, wacana merupakan satuan bahasa terlengkap dalam hirarki gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk wacana yang utuh. Sehingga dalam bahasan kali ini akan membahas mengenai pragmatik. Kajian Teori Praanggapan Presuposisi atau praanggapan berasal dari kata to pre-suppose, yang dalam bahasa Inggris berarti to suppose beforehand (menduga sebelumnya), dalam arti sebelum pembicara atau penulis mengujarkan sesuatu ia sudah memiliki dugaan sebelumnya tentang lawan bicara atau yang dibicarakan. Praanggapan memegang penting dalam menetapkan keruntutan (Koherensi) di sebuah wacana. Menurut Filmore (1981) dalam setiap percakapan selalu digunakan tingkat-tingkat komunikasi yang implisit dan eksplis...