PIRANTI KOHESI DAN KOHERENSI WACANA
Oleh Pramedya Octaviani
Suatu wacana dituntut untuk memiliki keutuhan  struktur. Keutuhan itu sendiri dibangun oleh komponen-komponen yang terjalin di dalam suatu organisasi kewacanaan. Organisasi  inilah yang disebutb sebagai struktur wacana. Sebagai sebuah orgsnisasi , struktur wacana dapat diurai bagian-bagiannya. Suatu rangkaian wacana dapat dikatakan padu apabila memiliki hubungan atau keterkaitan antar kalimat yang sang satu dengan kalimat yang lainnya. Dan sebaliknya suatu ragkaian kalimat dapat dikatakan sebagai wacana apabila tiap-tiap kalimat dalam suatu rangkaian itu mrmiliki makna sendiri-sendiri.  Oleh karena itu pembahasan kali ini menganai piranti atau tanda dalam suatu wacana.
KOHESI
Kohesi adalah hubungan antarbagian dalam teks yang ditandai oleh penggunaan unsur bahasa.
contoh:
Perkuliahan bahasa Indonesia acapkali sangat membosankan sehingga tidak mendapat perhatian sama sekali dari mahasiswa. Hal itu disebabkan bahan kuliah yang disajikan dosen sebenarnya merupakan masalah yang tidak diperlukan mahasiswa.
Contoh diatas terdapat kata yang di blod yakni “Hal Itu” kata tersebut merupakan tanda untuk menghubungan kalimat sebelumnya dengan kalimat berikutnya.
KOHERENSI
koherensi adalah kepaduan hubungan maknawi diantara bagian-bagian dalam wacana.
contoh
Bahasa sehari-hari merupakan bahasa yang dipakai dalam pergala dan percakapan sehari hari. a) pada umumnya, bentuk bahasa yang dipakai sederhana dan singkat. b) kata-kata yang digunakan pun tidak banyak jumlah dan ragamnya. c) kata-kata yang dipakai hanyalah kata-kata yang lazim dan umum dalam pergaulan sehari-hari, misalnya kata bilang, bikin, ngapain, ngerjain.
PIRANTI KOHESI GRAMATIKAL
REFERENSI
Secara tradisional referensi berarti hubungan antara kata dengan benda. Kata buku misalnya mempunyai referensi kepada sekumpulan kertas yang dijilid untuk menulis dan dibaca.
Lyons(1979:404) mengatakan bahwa hubungan antara kata dengan bendanya adalah hubungan referensial: kata-kata menunjuk benda.
Contoh:
Yang merah yang aku senangi!
Bedasarkan contoh diatas kohesi referensi m engacu pada benda yang berada diluar teks, dengan menunjuk benda yang dimaksud.
REFERENSI EKSOFORIS
Referensi Eksoforis Adalah Pengacuan Terhadap Anteseden Yang Terdapat Di Luar Bahasa.
contoh:
Itu Matahari
REFERENSI ENDOFORA
Referensi Endoforis Adalah Pengacuan Terhadap Anteseden Yang Terdapat Di Dalam Teks (intratekstual) Menggunakan Pronomina.  Dengan kata lain, hal atau sesuatu yang diacu dapat ditemukan di dalam teks.
Jika yang diacu (anteseden) lebih dahulu dituturkan atau ada pada kalimat yang lebih dahulu sebelum pronomina di namakan anafora, sedangkan anteseden yang ditemukan sesudah pronomina dinamakan katafora.
Contoh:
Saudara-saudara, kita harus segera menyelesaikan tugas ini.
Kamu sekarang harus pergi! Ayi, cici cepatlah!
PENGGANTIAN
substitusi adalah penyulihan suatu unsur wacana dengan huruf lain yang acuannya tetap sama, dalam hubungan antarbentuk kata atau bentuk lain lebih besa daripada kata, seperti frase atau klausa (Halliday dan Hassan, 1979:88; Quirk, 1985:863).
Kata ganti orang
Contoh :
Dalam aksioma yang ketiga, Buhler berusaha menguraikan struktur modell der sprache. Ia beranggapan bahwa semua bahasa mempunyai struktur.
Kata ganti tempat
Contoh:
Akan tetapi, sejarah perjuangan kemerdekaan negara-negara sedang berkembang di dunia ketiga, seperti indonesia dengana pancasila nya, ideologi mengandung makna yang positif dan bahkan dibutuhkan. Di sini, ideologi dipahami sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin diwujudkan secara konkrit dalam kehiduoan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara




PIRANTI  KOHESI LEKSIKAL
Reiterasi merupakan ruang terbesar yang didalmnya memuat repetisi. 1. repetisi
Ulangan penuh
Contoh:
Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tidak terbatas ini.
Ulangan dengan bentuk lain
Contoh:
Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat Didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita.
Ulangan dengan Penggantian
Contoh:
Lulusan IPA merasa lebih tinggi dari lulusan ips. Atau, lebih sedih lahi seorang ilmuwan memandang rendah kepada pengetahuan alam. Meraka meremahkan moral, agama, dan nilai estetika.
Ulangan dengan Hiponim
Contoh:
Para penderita penyakit Parkinson memperlihatkan kelaratan gerakan, kekakuan dan gerakan yang tidak terkendali. Mereka sukar sekali untuk memulai suatu gerakan. Namun sekali sudah bergerak ia dapat larat. Gerak jalan yang laju terus itu dikenal sebagai propulsi. Pada ekspresi verbalnya manifestasi khas itu tercermin pula. Artikulasi sangat terganngu karena otot lidah, otot wajah dan pita suara sebagian besar rusak.
Kolokasi
Suatu hal yang selalu berdekatan atau berdampingan dengan yang lain biasanya diasosiasikan sebagai satu kesatuan. Seperti ikan, dan air sering diasosiasikan membentuk suatu kesatuan.
Contoh:
Sifat terbuk atau demokratis dari Pancasila sebagai ideologi pertama-tama dapat kita lihat dari proses kelahirannya. Sebagaimana diketahui rumusan Pancasila dan UUD 1945 sebagia ideologi dan konstitusi bersama lahir melalui proses musyawarah mufakat yang bersuasana terbuka dan demokratis.
Piranti Koherensi
Istilah koherensi mengacu pada aspek tuturan bagaimana proposisi yang terselubung disimpulkan untuk mengiterpretasikan tindakan ilokusinya dalam membentuk sebuah wacana (Widdowson,1979). Proposisi-proposisi di dalam suatu wacana dapat membentuk suatu wacana yang runtut(koheren) meskipun tidak terdapat pemarkah penghubung kalimat yang digunakan.
Contoh:
a. Guntur kembali bergema dan hujan menderas lebih hebat lagi.
b. Hati Darsa makin kecut
Biarpun tidak terdapat pemarkah hubungan yang jelas antara kalimat a dan b tiap pembaca akan menafsirkan makna kalimat b mengikuti kalimat a. Pembaca mengandaikan adanya hubungan semantic antara kalimat-kalimat itu, biarpun tidak terdapat pemarkah eksplisit yang menyatakan hubungan seperti itu.




Daftar Pustaka :
Chaer, abdul.2007. Linguistik Umum. Jakarta:PT. Rineka Cipta.
Arifin,Bustanul dan Abdul rami.2000.Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Jakarta : Departement Pendidikan Nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JENIS WACANA BERDASARKAN TUJUAN KOMUNIKASI

JENIS-JENIS WACANA Berdasarkan Saluran Komunikasi dan Peserta Komunikasi

ANALISIS WACANA MENURUT VAN DIJK DAN NORMAN FAIRCLOUGH